Minggu, 17 Maret 2013

Tugas TOU 2 Tulisan 2



Beberapa Asumsi Dasar Mengenai Preferensi
Teori tentang perilaku konsumen dimulai dengan tiga asumsi dasar mengenai preferensi orang pada satu keranjang pasar dibandingkan dengan keranjang lainnya. Kami percaya bahwa asumsi-asumsi ini berlaku untuk banyak orang dalam berbagai situasi:
1.      Kelengkapan: Preferensi diasumsikan lengkap. Dengan kata lain, konsumen dapat membandingkan dan menilai semua keranjang pasar. Dengan kata lain, untuk setiap dua keranjang pasarA dan B, konsumen akan lebih suka A dari pada B, lebih suka B dari pada A, atau akan tidak peduli pada kedua pilihan. Yang dimaksut  dengan tidak peduli adalah bahwa seseorang akan sama puasnya dengan pilihan keranjang manapun. Perhatikanlah bahwa preferensi ini mengabaikan harga. Seorang konsumen mungkin lebih suka bistik dari pada hamburger, tetapi akan membeli hamburger karena lebih murah.
2.      Transitivitas: Preferensi adalah transitif. Teransitifitas berarti bahwa jika seorang konsumen lebih suka keranjang A daripada keranjang pasar B, dan lebih suka B dari pada C, maka konsumen itu dengan sendirinya lebih suka A dari pada C. Misalnya, jika mobil Porsche lebih disukai daripada mobil Cadillac dan Cadillac lebih disuka dari pada Chevrolet, maka mobil Porsche juga lebih disukai dari pada Chevrolet. Transitifitas ini biasanya dianggap perlu untuk konsintensi konsumen.
3.      Lebih Baik Berlebih daripada Kurang: semua barang yang “baik” adalah barang yang diinginkan. Sehingga konsumen selalu menginginkan lebih banyak barang daripada kurang. Sebagai tambahan, konsumen tidak akan pernah puas atau kenyang;lebih banyak selalu lebih menguntungkan, meskipun lebih untungnnya hanya sedikit saja. Asumsi ini dibuat untuk alasan pengajaran;yang menyederhanakan analisis grafik tentusaja, berapa beberapa barang, seperti polusi udara, mungkin tidak diinginkan, dan konsumen selalu akan menginginkannya lebih sedikit. Kita mengabaikan “barang-barang jelek seperti itu” dalan keerangka pembahasan tentang pemilihan konsumen karena kebanyakan konsumen itu akan memilih untuk membelinya. Kita akan membahasnya dalam buku ini.

Ketiga asumsi ini merupakan dasar teori tentang konsumen. Ketiganya tidak menjelaskan preferensikan konsumen, tetapi menekankan adanya tingkat rasionalliatas dan kewajaran pada asumsi tersebut. Atas dasar asumsi-asumsi ini akan menyelidiki perilaku konsumen secara lebih rinci.

Pilihan Konsumen
Dengan mengetahui preferensi dan keterbatasan anggaran, kita sekarang dapat menentukan bagai mana konsumen secara individu memilih berapa banyak barang yang akan dibelinya. Kita berasumsi bahwa konsumen membuat pilihan ini dengan cara yang rasional-yakni bahwa mereka memilih barang untuk memaksimalkan kepuasan yang dapat mereka capai, dengan anggaran yang terbatas.

Keranjang pasar yang maksimal harus memenuhi dua syarat:
1.     Harus berada pada garis anggaran. Untuk mengetahui mengapa harus demikian, perhatikanlah bahwa garis anggaran akan ada sisa pendapatan yang tidak dialokasikan, yang jika dibelanjakan dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Tentusaja, konsumen dapat-dan kadang-kadang-menabung sebagian dari pendapatannya untuk dikonsumsi dikemuadian hari ini berarti bahwa pilihan itu tidak hanya antara pangan dan sandang, tetapi antara mengkonsumsi pangan atau sandang sekarang dan mengkonsumsi pangan atau sandang dikemudian hari. Untuk penyederhanaan kita berasumsi bahwa seluruh pendapatan dibelanjakan sekarang. Perhatikan juga bahwa setiap keranjang pasar disebelah kanan dan diatas garis anggaran tidak dapat dibeli dengan pendapatan yang ada. Dengan demikian, satu-satunya pilihan yang masuk akal dan mungkin adalah keranjang pasar pada garis anggaran.
2.     Harus memberikan kombinasi barang dan jasa yang paling disukai konsumen. Kedua syarat ini mengurangi masalah dalam memaksimalkan kepuasan konsumen dengan memilih keranjang pada titik yang tepat pada garis anggaran.

Indeks Paasche
Indeks biaya-hidup lain yang biasanya dipakai adalah indeks Paasche (Paasche Index). Tidak seperti indeks Laspeyres, yang berfokus pada biaya pembelian keranjang pada tahun dasar, indeks Paasche berfokus pada biaya pembelian keranjang pada tahun yang sedang berjalan (sekarang). Secara khusus, indeks paasche menjawab pertanyaan lain, yaitu: Berapa jumlah uang pada harga tahun sekarang yang diperlukan seseorang untuk membeli keranjang barang dan jasa dibagi dengan biaya untuk membeli keranjang yang sama pada tahun dasar?

Membandingkan indeks Laspeyres dan indeks Paasche. Akan sangat membantu bila kita membandingkan indeks biaya hidup Laspeyres dan Paasche.
·       Indeks Laspeyres: jumlah uang pada harga tahun yang sedang berjalan yang dibutuhkan seseorang untuk membeli keranjang barang dan jasa yang telah dipilih pada tahun dasar dibagi dengan biaya untuk membeli keranjang yang sama pada harga tahun dasar.
·       Indeks Paasche: Jumlah uang pada harga tahun yang sedang berjalan yang dibutuhkan seseorang untuk membeli keranjang barang dan jasa yang dipilih pada tahun yang sedang berjalan dibagi dengan biaya untuk membeli keranjang yang sama pada tahun dasar.
keseimbangan tujuan dari model perilaku konsumen adalah untuk menentukanpreferensi pendapat dan harga barang mempengaruhi pilihan konsumen adalah untuk memaksimumkan tingkat kepuasan bahwa untuk membeli barang konsumen tidak akan melebihi jumlah pendapatan per periode tentunya yang dapat dia belanjakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar