Sabtu, 03 November 2012

Ciri-Ciri,Unsur dan Teori Organisasi



Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi
Organisasi berasal dari kata Organon dalam bahasa Yunanai yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarny tidak ada perbedaan yang prinsip, dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :
a)      Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Function” mengemukakan bahwa : “Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih” (I define Organization As A System Of Cooperatives Of Two More Persons).
b)      James D. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasam untuk mencapai tujuan bersama).
c)      Menurut Dimock, organisasi adalah : “Organization is systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan atau berkatian untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawan dalam usaha mencapai tujuan.

Dari beberapa pengertian organisasi diatas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi haru memiliki tiga unsur dasar yaitu :
a.    Orang-orang (sekumpulan orang)
b.   Kerjasama
c.    Tujuan yang ingin dicapai
Dengan demikian merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.

1.      Ciri-ciri Organisasi

1. terdapat tujuan yang jelas, tanpa adanya tujuan yang jelas pelaksanaan tugas tidak akan mempunyai arah
2. tujuan organsiasi dipahami oleh seluruh anggota apabila anggota tidak atau kurang paham akan tujan organisasi, partisipasi dari anggota akan sulit dilaksanakan
3. tujuan organisasi harus dapat diterima oleh anggota, apabila tujuan orgranissi tidak atau kurang dapat diterima anggota , rasa keterikatan anggota akan hilang sehingga anggota sulit untuk digerakkan
4. pembagian tugas yang seimbang agar tidak menumbulkan frustasi
5. struktur organisasi disederhanakan sesuai dengan beban tugas organisai
Seperti telah diuraikan diatas bahwa organisasi memiliki tiga unsur disar, dan secara lebih rinci organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a)Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal
b)      Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan (Interdependent Part) yang merupakan kesatuan kegiatan,
c)Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa pemikiran, tenaga, dan lain-lain,
d)     Adanya kewenangan, koordingasi dan pengawasan,
e)Adanya tujuan yang ingin dicapai,
f)   Adanya komponen (atasan dan bawahan)
g)      Adanya kerjasama (Cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
h)      Adanya tujuan
i)    Adanya tujuan
j)    Adanya sasaran
k)      Adanya keterikatan format dan tata tertiba yang harus ditaati
l)    Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
           Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemengang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama.

2.   Unsur-unsur Organisasi
        Secara sederhana organisasi memiliki tiga unsur, yaitu ada orang ada kerjsama dan ada tujuan bersama. Tiga unsur organisasi itu tidak berdiri sendiri-sendiri, akan tetepai saling kait atau saling berhubungan sehingga merupakan suatu kesatuan yang utuh. Adapun unsur-unsur organisasi secara terperinci adalah :
1.      Man
Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatanny terdiri dari unsur warga organisasi yang menurut fungsi dan tingkatanny teridiri dari unsure pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manager yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
2.      Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatanny dibedakan menjadi administrator, manager, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
3.      Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arah satau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijakan (policy), strategi, anggaran(budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.
4.      Peralatan
Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, uang, dan barang modal lainny (tanah,gedung/bangunan/kantor).
5.      Lingkungan (Environment)
Faktor lingkungan misalny keadaan social, budaya, ekonomi, dan teknologi. Termasuk dalam unsure lingkungan, antara lain :
a)      Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh terhadap daya gerak kehidupan organisasi, karena kondisi atau situasi akan selalu mengalami perubahan.
b)      Tempat atau lokasi, sangat erat hubunganny dengan masalah komunikasi dan tranportasi yang harus dilakukan oleh organisasi.
c)      Wilayah operasi yang dijadiakan sasaran kegiatan organisasi.
6.      Kekayaan Alam
Yang termsauk dalam kekayaan ala mini misalny keadaan iklim, udara, air, cuaca (geografi, hidrografi, geologi, klimatologi), flora dan fauna.

3.   Teori Organisasi
           Teori organisasi adalah studi tentang bagaimana organisasi menjalankan fungsinya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerjasama didalamny ataupun masyarakat dilingkup kerja mereka. Teori organisasi adalah suatu konsefsi, pandangan, tinjauan, pendapat atau pendekatan sasaran yang telah ditetapkan. Masalah adalah segala sesuatu yang segala sesuatu yang ada hubunganny dengan kepentingan organisasi yang memerlukan pemecahan dan pengambilan keputusan
1)   Teori Organisasi Klasik
            Teori ini biasa disebut dengan “Teori Tradisional” atau disebut juga “Teori Mesin”. Berkembang mulai 1800-an (abad 19). Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga yang Tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas. Dikatakan teori mesin karena organisasi ini menganggab manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin. Definisi Organisasi menurut Teori Klasik: Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan,komunikasi dan factor-faktor lain apabila orang bekerja sama.
Teori Organisasi Klasik sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Empat unsur pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal:
a.       Sistem kegiatan yang terkoordinasi
b.      Kelompok orang
c.       Kerjasama
d.      Kekuasaan dan Kepemimpinan
Sedangkan menurut penganut teori klasik suatu organisasi tergantung pada empat kondisi pokok: Kekuasaan, Saling melayani, Doktrin, Disiplin, sedangkan yang dijadikan tiang dasar penting dalam organisasi formal adalah:
a.       Pembagian kerja (untuk koordinasi)
b.      Proses Skalar dan Fungsional (proses pertumbuhan vertical dan horizontal)
c.       Struktur (hubungan antar kegiatan)
d.      Rentang Kendali (berapa banyak atasan bisa mengendalikan bawahan)

2)   Teori Neoklasik
            Aliran berikutnya muncul adalah aliran Neoklasik disebut juga dengan “Teori Hubungan Manusiai”. Teori ini muncul akibat ketikpuasa dengan teori klasik dan teori merupakan penyempuurnaan teori klasik. Teori ini menekankan pada “pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja”. Hugo Munsterberg salah satu tokoh klasik pencetus “Psikologi Industri”. Hugo menulis sebuah buku “Psychology and Industrial Effeciency” tahun 1913. Buku tersebut merupakan jembatan antara manajemen ilmiah dan neoklasik. Inti dari pendangan Hugo adalah menekankan adanya perbedaan karakteristik individu dalam organisasi dan mengingatkan adanya pengaruh factor social dan budaya terhadap organisasi.
            Munculnya teori neoklasik diawali dengan inspirasi percobaan yang dilakukan di Pabrik Howthone tahun 1924 milik perusahaan Western Elektric di Cicero yang disponsori oleh Lembaga Riset Nasional America.
Percobaan yang dilakukan ELTON MAYO seorang riset dari Western Electric menyimpulkan bahwa pentingnya memperhatikan insentif upah dan kondisi kerja karyawan dipandang  seabgai factor penting peningkatan produktifitas.

3)   Teori Modern
Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analisa system”atau”Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neoklasik. Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkungan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan

TEORI MODERN vs TEORI KLASIK
a)      Teori Klasik memusatkan pandangan pada analisa dan deskripsi organisasi sedangkan Teori Modern menekankan pada perpaduan & perancangan sehingga terlihat lebih menyeluruh.
b)      Teori Klasik membicarakan konsep koordinasi, scalar, dan vertical sedangkan Teori Modern lebih dinamis, sangat komplek, multilevel, multidimensi dan banyak variable yang dipertimbangkan.
Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
JAMES D. MOONEY & ALLEN REILLY :1931) Menerbitkan sebuah buku “ONWARD INDUSTRY” inti dari pendapat mereka adalah “koordinasi merupakan factor terpenting dalam perencanaan organisasi”. Tiga prinsip yang harus diterapkan dalam sebuah organisasi menurut mereka adalah:
a.       Prinsip Koordinasi
b.       Prinsip Skalar dan Hirarkis
c.       Prinsip Fungsional
Teori  Teori Pembentukan Organisasi
Kelompok merupakan bagian dari kehidupan manusia. tiap hari manusia akan terlibat dalam aktifitas kelompok. demikian pula  kelompok merupakan bagian dari kehidupan organisasi. Dalam organisasi akan dijumpai banyak kelompok-kelompok ini. Hampir pada umumnya manusia yang menjadi anggota dari suatu organisasi besar atau kecil adalah sangat kuat kecenderungannya untuk mencari keakraban  dalam kelompok-kelompok tertentu.dimulai dari adanya kesamaan tugas pekerjaan yang dilakukan kedekatan tempat kerja, sering berjumpa dan barang kali ada nya kesamaan kesenangan bersama, maka timbulah kedekatan satu sama lain.mulailah mereka berkelompok dalam organisasi.
Banyak teori yang mencoba mengembangkan suatu anggapan mengenai awal mula terbentuk dan tumbuhnya suatiu kelompok.teori yang  sangat  dasar tentang terbentuknya kelompok ini ialahmencoba menjelaskan tentang adanya Afiliasi diantara orangorang tertentu. Teori ini disebut Propinquity atau teori kedekatan. Arti teori kedekatan ini ialah bahwa seseorang berhubungan dengan orang lain disebabkan karena adanya kedekatan ruangdan daerahnya “(Spatial and Geographical Proximixty). Teori ini mencoba untuk meramalkan bahwa seorang mahasiswa yang duduk berdekatan dengan seorang mahasiswa lain dikelas akan lebih mudah membentuk suatu kelompok dibandingkan dengan mahasiswa yang duduknya berjauhan.dalam suatu kantor,pegawai-pegawai yang bekerja dalam ruangan yang sama atau yang berdekatan akan mudah bergabung dan membuat hubungan-hubungan yang menimbulkan adanya kelompok, dibandingkan pegai-pegawai yang secara fisik terpisahkan satu sama lain.
Sebenarnya ada beberapa riset yang dapat mendukung teori ppropinquity ini ,tetapi usaha tersebut hanya menjelaskan pada permukaan saja dari pembentuka  kelompok, yakni mengenai merita.hasil-hasil riset itu kurang mencoba menganalisis tentang kekomplekan dari pembentukan kelompok,sehingga memerlukan exsplorasi lebih lanjut.
Teori pembentukan kelompok yang lebih komprehensif adalah suatu teori yang berasal dari Georgehomas. teorinya berdasarkan pada aktifitas-aktifitas , interaksi-interaksi, dan sentiment-sentimen. (Perasaan atau Emosi ). tiga elemen ini satu sama lain berhubungan secara langsung ,dan dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Semakin banyak aktivitas-aktivitas seseorang dilakukan dengan orang lain (Shared), semakin beraneka interaksi-interaksinya, dan juga semakin kuat tumbuhnya sentiment-sentimen mereka.
2.      Semakin banyak interaksi-interaksi diantara orang-orang, maka semakin banyak kemungkinan aktivitas-aktivitas dan sentiment  yang ditularkan (Shared) pada orang lain.
3.      Semakin banyak aktivitas dan sentimen yang ditularkan pada orang lain,dan semakin banyak sentiment orang dipahami oleh orang lain,maka semakin banyak kemungkinan ditularkannya aktifitas dan interaksi-interaksi.
Banyak teori lain yang berusaha untuk menjelaskan tentang pembentukan kelompok.pada umumya teori-teori tersebut saling melengkapi,karena teori yang satu menerangkan dari sisi yang berbeda dari teori yang lain sehingga perbedaan sisi tadi membuat teori-teori pembentukan kelompok saling melengkapi.
Salah satu teori yang agak menyeluruh (Comprehensive) penjelasannya tentang pembentukan kelompok ialah teori keseimbangan (A Balance Theory Of Group Formation), yang dikembangkan oleh Theodore Newcomb. teori ini menyatakan bahwa seseorang tertarik epada yang lain adalah didasarkan atas kesamaan sikap, didalam menanggapi suatu tujuan yang relevan satu sama lain. Gambar di bawah ini menunnjukan teori keseimbangan ini .
            Individu A                                                      Individu B








 

                                                             X
Nilai –Nilai dan sikap yang sama :
-          Agama
-          Politik
-          Gaya hidup
-          Perkawinan
-          Otoritas
Individu A akan berinteraksi dan membentuk suatu hubungan ( kelompok ) dengan individu B lantaran adanya sikapdan nilai yang sama dalam rangka mencapai tujuan X. sekali hubungan tersebut terbentuk, partisipan berusaha mencapai dan menjaga hubungan keseimbangan yang simetris diantara sikap-sikap yang menarik dan bersama. jika ketidakseimbangan terjadi ada suatu usaha untuk memperbaiki keseimbangan tersebut.jika keseimbangan tidak bisa diperbaiki, maka hubungan bisa pecah.
Teori lain yang sekatrang ini mendapat perhatian betapa pentingnya didalam memahami terbentuknya kelompok, ialah teori pertukaran (Exchange Theory). Teori ini ada kesamaan fungsinya dengan teori motivasi dalam berkerja.
Teori pertukaran kelompok berdasarkan atas interaksi dan sususnan hadiah, biaya dan hasil. Suatu tingkat Positive yang minim (yakni hadiah lebih besar dari pada biaya) dari suatu hasil harus ada jikalau diinginkan terdapatnya daya tarik dan afiliasi. Hadiah-hadiah yang berasal dari interaksi-interaksi akan mendorong timbulnya kebutuhan, sementara biaya akan menimbulkan kekhawatiran, frustasi, kesusahan, kelelahan. Teori diatas seperti misalnya, Propinguity, Interaksi, keseimbangan semuanya memainkan peranan didalam teori pertukaran ini.
Teori lain dari pembentukan kelompok adalah didasrkan atas alasan-alasan praktis (Practicalities Of Group Formation). Contoh dari teori ini antara lain karyawan-karyawan suatu organisasi mungkin dapat mengelompok disebabkan karena alasan ekonomi, atau alasan-alasan sosial. secara logis karyawan-karyawan yang mendasarkan pertimbangan ekonomi bisa berkerja dalam suatu proyek karena dibayar untuk itu atau mereka dapat bersama-karyawan didalam serikat buruh karena mempunya tuntutan yang sama tentang kenaikan upah. Untuk alasan keamanan bersatunya dalam suatu kelompok karena membuat dirinya satu front untuk menghadapi diskriminasi, pemecatan, perlakuan sepihak dll. Demikian seterusnya, alasan-alasan praktis ini membuat orang-orang dapat mengelompok dalam satu grup.
Yang teramat penting dalam memahami pembentukan kelompok berdasarkan alas an-alasan praktis ini antaranya kelompok-kelompok itu cenderung memberikan kepuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan  sosial yang mendasar dari orang-orang yang mengelompok tersebut. Para pekerja dalam hal tertentu pada umumnya mempunaya suatu keinginan yang kuat untuk berafilisiasi dengan pihak lain.keinginan ini dapat diketemukan dalam suatu kelompok.suatu penelitian yang dilakukan seperti misalnya Hawthorne membuktikan bahwa motif afliasi ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilaku manusia dalam organisasi.
Dari pemahaman beberapa teori pembentukan kelompok seperti yang diuraikan diatas dapat kemudian diidentifikasikan karakteristik dari suatu kelompok itu. menurut reitz, karakteristik yang menonjol dari suatu kelompok itu antara lain :
1.         Adanya 2 orang atau lebih
2.         Yang berinteraksi satu sama lainnya
3.         Yang saling membagi tujuan yang sama
4.         Dan melihat dirinya sebagai suatu kelompok
Karakteristik no 2 ,berarti bahwa anggota kelompok paling sedikit sekali–kali bertemu, bercakap cakap dan mengerjakan sesuatu bersama-sama. mereka tidak harus semuanya bertemu pada suatu saat tertentu bersama sama,melainkan agar menjadi anggota suatu kelompok seseorang berkali kali mempunyai hubungan satu atau lebih dari anggota lainnya .
Karakteristik no 3 berarti, bahwa anggota-anggota kelompok mempunyai kesamaan. Barangkali mereka bisa membagi (Share) suatu tujuan, misalnya perlindungan dari pekerjaannya  atau rasa aman mendapatkan perlindungan dalam melaksanakan pekerjaannya, atau adanya kesamaan penilaian atau curiga, atau dapat pula menghadapi bersama atas perlakuan yang kurang baik dalam berkerja.demikianlah apapun dasarnya suatu kelompok mempunyai sesuatu yang sama sebagai salah satu ciri yang dapat mengidentifikasikan suatu kelompok.
Karakteristik no 4 sebagai hasil dari no 2 dan 3. Orang-orang yang berinteraksi satu sama lain dan membagi sama cita-cita atau maksud bersama pada umumnya aksi dengan orang lain membimbing untuk mengenali dan memahami dirinya sebagai sesuatu yang special.sebagai suatu kelompok yang unik.keunikan inilah yang membawa pemahaman bahwa orang-orang mengetahui dirinya sebagai suatu kelompok.
Dalam bagian ini akan dikemukakan beberapa pandangan tentang konsepsi organisasi baik dari pandangan kliasik maupun pandangan modern.
Salah satu pernyataan awal dari setiap pembahasan mengenai organisasi adalah apakah yang dimaksud dengan organisasi pertanyaan ini membawa ke suatu jawaban tentang rumusan definisi atau uraian deskriptif mengenai apa dan bagaimana organisasi itu.
Pandangan klasik tentang organisasi dinyatakan oleh Max Weber dengan mendemonstrasikan pendapatnya mengenai birokrasi.
Aspek dari pengertian yang dikemukakan oleh Weber ini ialah bahwa suatu organisasi atau kelompok kerja sama ini mempunyai unsure kekayaan  sebagai berikut :
-          Organisasi merupakan tata hubungan Social dalam hal ini seseorang individu melakukan proses interaksi sesame di dalam organisasi tersebut.
-          Organisasi mempunyai batasan-batasan tertentu (Boundaries), dengan demikian seseorang yang melakukan hubungan interaksi dengan lainnya tidak atas kemauan sendiri.mereka dibatasi oleh aturan-aturan tertentu.
-          Organisasi merupakan suatu kumpulan tata aturan yang bisa membedakan suatu organisasi dengan kumpulan-kumpulan kemasyarakatan.


Konsep klasik lainnya tentang organisasi dikemukakan oleh Chester Barnard. Bedanya Barnard dengan Webber ialah kalau Webber memikirkan tentang suatu system interaksi , makan Barnard menekankan tentang orang-orang sebagai anggota dari sistem tersebut . Barnard menyatakan bahwa organisasi itu adalah suatu sistem kegiatan-kegitan yang terkoordinir secara sadar , atau suatu kekuatan dari dua manusia atau lebih. Dengan demikian Barnard menyumbangkan pendapatnya mengenai unsur kekayaan dari sesuatu organisasi, antara lain :
-          Organisasi terdiri dari serangkaian kegiatan yang dicapai lewat suatu proses kesadaran, kesengajaaan, dan koordinasi yang bersasaran.
-          Organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang untuk melaksanakan kegiatan yang bersasaran tersebut.
-          Organisasi memerlukan adanya komunikasi, yakni suatu hasrat dari sebagian anggotanya untuk mengambil bagian pencapaian tujuan bersama anggota lain. Dalam hal ini Barnard menekankan peranan seseorang dalam organisasi diantaranya ada sebagian anggota yang harus diberi informasi atau dimotifasi , dan sebagian lainnya yang harus membuat keputusan.
Theodore Caplow seorang associate professor dari departeman sosiologi Wniversitas Minnesota, mengemukakan harta kekayaan lain dari sesuatu organisasi. Oleh Caplow dikatakan bahwa pola-pola institusi yang ada memungkinkan suatu system atau aturan-aturan kantor untuk lebih kurang menjadi tetap dan mantap dinamakan organisasi. Pola semacam ini dapat dikenali dengan suatu harga kekayaan sebagai berikut :
-          Mempunyai Indentitas
-          Mempunyai Kelangsungan
-          Mempunyai Jadwal Kerja (Calendarity)
-          Mempunyai Otoritas
Amitai Erzioni mengemukakan konsepsi organisasi sebagai pengelompokan orang-orang yang sengaja disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Kelompok semacam ini mempunyai karakterisktik antara lain :
-          Mempunyai pembagian kerja, kekuasaan dan pertanggung jawaban yang di komunikasikan. Pembagian ini tidaklah dilakukan secara acak (Random) melainkan sengaja di rencanakan untuk meningkatkan usaha mencapai tujuan tertentu.
-          Adanya satu atau lebih pusat kekuasaan yang dapat dipergunakan untuk mengendalikan usaha-usaha organisasi yang telah direncakanan dan yang dapat di arahkan untuk mencapai tujuan. Pusat kekuasaan ini juga harus dapat untuk menilai kembali secara ajek pelaksanaan organisasi, dan menyempurnakan struktur yang dianggap perlu untuk meningkatkan efisiensi.
-          Adanya usaha pergantian kepegawaian, misalnya seseorang yang cara kerjanya tidak memuaskan dapat dipindah dan diganti oleh orang lain. Dalam organisasi juga dapat dilakukan usaha memadukan kembali kegiatan kepegawaian dengan cara pemindahan atau promosi.
Konsepsi organisasi kolektivitas, dikemukakan oleh Richard Scott. Menurut konsepsinya organisasi itu diciptakan sebagai suatu kolektivitas yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan khusus tertentu yang sedikit banyak didasarkan pada asas kelangsungan. Menurut Scott, adalah akan lebih jelas persoalannya bahwa organisasi itu bagaimanapun adanya, mempunyai kelangsungan aktivitas. Perbedaan gambaran itu meliputi hal-hal berikut ini :
-          Adanya batas-batas yang jelas
-          Adanya aturan-aturan yang Normative
-          Adanya jenjang otoritas
-          Adanya suatu system komunikasi
-          Adanya suatu System insentif yang mampu mendorong berbagai tipe pertisipasi dalam usaha bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Blake dan Mouton dengan mengenalkan adanya tujuh kekayaan (Seven Properties) yang melekat pada organisasi mencoba menjelaskan pengertian organisasi. Ketujuh kekayaan tersebut antara lain.
-          Organisasi senantiasa mempunyai tujuan,
-          Organisasi mempunyai kerangka (Structure)
-          Organissasi mempunyai cara yang memberikan kecakapan bagi anggotanya untuk melaksanakan kerja mencapai tujuan tersebut (Know-How).
-          Organisasi, didalamnya terdapat proses interkasi hubungan kerja antara prang-orang yang bekerjasama mencapai tujuan tersebut.
-          Organisasi mempunyai pola kebudayaan sebagai dasar cara hidupnya.
-          Organisasi mempunyai hasil-hasil yang ingin dicapai.
Pengertian organisasi yang dikemukakan diatas adalah hanya beberapa dari sekian banyak rumusan pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Usaha penampilan beberapa rumusan tersebut merupakan jawaban dari pertanyaan awal tentang apa dan bagaimana organisasi itu.
Dari pendapat-pendapat diatas, nampaknya organisasi dapat dirumuskan sebagai kolektifitas orang-orang yang bekerjasama secara sadar dan sengaja untuk mencapai tujuan tertentu. Kolektifitas tersebut terstruktur, berbatas dan beridentitas yang dapat dibedakan dengan kolektifitas-kolektifitas lainnya.
jadi Kesimpulan atas semua Ciri-Ciri,Unsur dan teori organisasi diatas adalah sekelompok orang yang terdapat pada suatu wadah untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat dimana orang-orang berkumpul,berkerjasama secara rasional dan sistematis,terencana dalam memanfaatkan sumber daya (uang, materi,mesin,lingkungan sarana dan prasarana yang digunakan secara efisien untuk mencapai tujuan organisasi
Secara garis bersar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu :
1.            Manusia
Man (Orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (Administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (Nonmanagement/Workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (Man Power) organisasi.
2.            Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer,

Tujuan bersama-sama

Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola ( Network ), kebijaksanaan ( Policy ), strategi, anggaran ( Budgeting ), dan peraturan-peraturan ( Regulation ) yang telah ditetapkan.

Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah :
·         Harus ada wadah atau tempatny untuk bekerja sama,
·         Harus ada orang-orang yang bekerja sama,
·         Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas,
·         Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai.

Ciri-Cirinya meliputi:
.     Adanya suatu Kelompok yang saling mengenal
.     Adanya kegiatan yang berbeda-beda tetapi saling berkaitan
.     Setiap Orang memberikan distribusi berupa pemikiran tenaga dan lain sebagainya
.     adanya tujuan yang ingin dicapai bersama
.     adanya kordinasi

Bentuk-Bentuk Organisasi:
.     Organisasi Politik
(Contoh Dari Organisasi Politik itu adalah karang taruna,Partai-Partai Politik)
.     Organisasi Sosial
(Contoh dari organisasi sosial adalah Palang Merah Indonesia)
.     Organisasi Mahasiswa
(Contoh dari organisasi Mahasiswa adalah BEM )
.     Organisasi Sekolah
(Contoh organisasi dalam sekolah adalah OSIS)
.     Organisasi Negara
(Contoh Organisasi Negara adalah PBB,ASEAN)

Menurut James D Mooney  ada 3 prinsip yang harus ditetapkan dalamsebuah organisasi
 .    Prinsip Koordinasi
Koordinasi didefinisikan sebagai proses pengintegrasian ( penyatuan) tujuan dan kegiatan perusahaan pada satuan yang terpisah dalam suatuorganisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.
Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawan, sebab tanpakoordinasi setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti,yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri.


Prinsip Saklar
Meliputi pinsip Prospektif, dan pengaruh sendiri tercermin dari kepimpinan delegasi dan definisi fungsional.

 Prinsip staf
yaitu kejelasan perbedaan antara staf dan lini Meskipun mendapat banyak kritik yang menganggap bahwa teori-teori klasik itu telah mengabaikan faktor humanistik, deterministik, dan tertutup, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa teori klasik merupakan peletak dasar dari teori-teori organisasi modern. Prinsip Saklar dan Hirarkis.

Manusia sebagai mahluk sosial senantiasa ada kecenderungan untuk beritnteraksi dengan sesamanya. Kelompok merupakan perwujudan dari kebutuhan manusia untuk berinterkasi tersebut.
Banyak teori yang mengembangkan suatu anggapan mengenai awal mula terbentuknya kelompok. Mulai dari anggapan adanya kedekatan ruang kerja maupun daerah tempat tinggal mereka, sampai kepada alasan-alasan praktis seperti ekonomi, keamanan, dan alasan-alasan sosial lainnya. Sejumlah pegawai yang ruang kerjanya berdekatan satu sama lain akan ada kemungkinan bagi mereka untuk berkelompok. Demikian pula beberapa ibu-ibu yang tempat tinggalnya berdekatan, cepat atau lambat mereka akan terhimpun dalam kelompok arisan. Kelompok dapat pula ditimbulkan karena adanya aktifitas-aktifitas, interaksi-interaksi , dan sentiment-sentimen diantara beberapa orang semakin banyak aktifitas-aktifitas seseorang dilakukan dengan orang lain, semakin beraneka interaksi-interaksi, dan semakin kuat tumbuhnya sentiment-sentimen diantara mereka. Semakin banyak interaksi-interaksi antara orang-orang maka semakin banyak kemungkinan aktifitas-aktifitas dan sentiment yang ditularkan pada orang lain demikian pula semakin banyak aktifitas-aktifitas dan sentiment yang dikelukarkan pada orang lain, dan semakin banyak sentiment seseorang dipahami oleh oranglain, maka semakin banyak kemungkinan ditularkan dan interaksi-interaksi.











Refferensi diambil dari :
Ø  Organisasi Perusahaan
(SUKANTO dan T. HANI HANDOKO)
Ø  Buku Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya
      ( MIFTAH THOHA FISIPOL – Universitas Gajah Mada  )
Ø  Pengantar Organisasi dan Metode
      (WIDYATMINI DAN IZATI)



















MAKALAH
TEORI ORGANISASI UMUM 1
“Ciri-ciri Unsur dan Teori Organisasi”



KELOMPOK 2    :
v    Akrim Aliudin                         ( 10111525 )
v    Anna Farikha                          ( 10111939 )
v    Indah Wartiani P.                    ( 13111576 )
v    Siti Halimah                            ( 19111526 )
v    Tika Vianti                              ( 17111116 )
v    Yohanes Juan Alvarez G.         ( 17111553 )

KELAS                : 2KA41
                                                                                                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar